SEPERTI DI FILM..!! Pemancing Bergulat dengan Buaya

By On November 22, 2017


Pemancing Bergulat dengan BuayaSANGATTA. Serangan buaya terhadap manusia di Kutim tampaknya tak pernah berakhir. Jumat (17/11) lalu, di Kecamatan Kaubun, seorang pemuda bernama Amat (15) diserang buaya. Amat diserang saat sedang memancing di Bendungan SP IV. Beruntung, meskipun mengalami luka-luka di sekucur tubuhnya, namun nyawanya masih terselamatkan karena lepas dari terkaman sang predator.

Serangan buaya itu baru ketahuan setelah korban mendatangi Puskesmas di Kaubun untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban diantar oleh Benya, rekannya.


“Korban (Amat, Red) mengalami luka-luka di jari kaki kanan, lutut kiri dan paha kiri. Termasuk luka robek di punggung. Setelah luka dijahit, diobati, korban kemudian kembali ke rumah untuk dirawat jalan,” jelas Dedi Setiawan, petugas Puskesmas Kaubun. 
Meskipun Amat selamat, namun tidak menutup kemungkinan ada korban berikutnya. Sebab diakui, sungai-sungai di Kaubun merupakan habitat asli buaya. Bahkan banyak buaya sudah masuk di danau, termasuk bendungan untuk mencari makan. Karena itu masyarakat perlu berhati-hati.

“Masyarakat perlu hati-hati kalau masuk sungai, atau di danau termasuk bendungan, karena tidak menutup kemungkinan disitu ada buaya. Kami juga berharap pemerintah memberikan peringatan di lokasi-lokasi itu agar masyarakat berhati-hati, agar tidak jadi korban buaya berikutnya,” kata Limra, warga Kaubun.

Barena sering terjadi, teror buaya di Kaltim sudah menjadi hal yang biasa. Di antara banyaknya kasus “manusia vs buaya”, yang paling menghebohkan tentu tragedi di Muara Jawa pada pertengahan September lalu. Awalnya pemuda 16 tahun bernama Arjuna yang disambar buaya 15 September. Arjuna disantap ketika mandi di Sungai TB, terletak di Kelurahan Muara Ulu Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Namun alih-alih menemukan jasad pemuda itu, justru sang buaya kembali menerkam Supriyanto (38), juga warga Muara Jawa Ulu, ketika melakukan pencarian Sabtu (16/9) sekitar pukul 11.00 Wita. Padahal Supriyanto mengaku sebagai pawang buaya.
beberapa hari kemudian jasad keduanya didapat. Anehnya, baik jasad Arjuna maupun Supriyanto, justru hanya mengalami luka sedikit. Tidak ada satu organ tubuhnya sedikitpun yang hilang dimakan buaya. (jn/nha)

Source : samarinda.prokal

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »